Sunday, 15 September 2019

KERETA LALU


Menunggu di stasiun jurang mangu
Entah siapa yang di tunggu
Orang-orang datang dan berlalu
Ku termangu di kursi tunggu

Ku lihat sepasang anak muda
Mereka saling bertatap mata
Seperti ingin berpeluk mesra
Sebelum kereta memisahkan cintanya

Thursday, 18 July 2019

Rasa Tertinggal



- RASA TERTINGGAL -
Jarak mengajarkan pada kita bahwa rindu dan temu adalah sepasang kekasih yang lugu. Ia kerap kali berselisih dengan ketepatan waktu.

Saturday, 25 May 2019

Jingga Senja Di Ibu Kota

Kepada Masalalu, sampai saat ini kaubelum juga membalas kerinduanku, padahal aku tahu, kaupun merindukanku, ya…aku tahu dari senja yang selalu mengabarkan segala hal tentang dirimu.
Barangkali, ketika membaca surat ini, kausedang menertawakanku, di benakmu pasti terbersit,

Thursday, 24 January 2019

SANG DEWI SHINTA


Kau pasti telah pandangi aku dengan sebelah mata, entah mata kiri atau kanan, karena itu engkau jadi melupa satu hal, meski aku hanya rahwana aku juga memiliki sepotong hati untuk mencinta

Pernahkan engkau membaca sajak yang kukirim untukmu wahai sang Dewi Shinta? Atau surat pengakuanku atas kekalahan terhadap Sri Rama,

Sunday, 20 January 2019

Diksi Senja Hari


Tepi waktu untuk Menunggu menjadi hal membosankan bagiku
Menunggu sesuatu yang sudah pasti terjadi padaku
Ku tolak takdir mungkin hanya seperti diksi yang setiap malam ku literasikan padamu
Kamu istriku bukan musuhku

Friday, 18 January 2019

AKU PERGI



Mengeja berjuta kata dusta, seakan mutlak punya segala kuasa

Kau sulam benang emas, hingga putus dalam sebuah cerita tanpa paras

Sunday, 23 December 2018

BELUM ADA JUDUL


 Hai apa kabar hati..?? Sudah kah kau bertemu dengan dia? Apa sudah kau bertemu dengan rindu yang teradu , aku sering baca fiksi2 mu di buku hidupmu, cinta, jika perpisahan tak meninggalkan luka maka mereka bilang ini dusta.

 Jika perpisahan tak meninggalkan rasa mereka akan bilang itu putus asa,aku tau pagi akan jadi malam, dan cinta akan berubah menjadi cerita

Monday, 29 February 2016

Dari Diskusi, Ngaji, Hingga Calon Istri


Bukan sekedar makna sosial, bukan sekedar emosional, 
dan bukan sekedar pemikiran rasional
akan lebih banyak lagi definisi tentang cinta, 
bisa menjadi sebuah musibah atau akan menjadi muhibbah ?

Sekitar bulan september disebuah tempat camp yang agak jauh dari beradaban dan pertarungan manusia untuk sebuah kemapanan diri, dengan tujuan untuk meninggalkan sejenak kehidupan yang penuh dengan keramaian dan kepentingan duniawi, sejenak saya hanya ingin menjadi manusia sufi yang tidak peduli dengan status yang memenjarakan manusia untuk bisa meraih kemerdekaannya terhadap dirinya dan fitrah. Alam selalu membuat diriku tertarik dan sampai kapanpun alam akan membuat sebuah tempat selalu berbeda, dan alam yang akan mengajarkan banyak hal untuk manusia, terlebih masalah katuhid'an, dan alam yang akan memberi kehidupan yang lebih untuk menghidupkan akan tata nilai dalam mengatur pola kehidupan, meskipun kata Ali Syariati alam juga termasuk penjara manusia.

Kupikir ini hanya camp biasa yang bernuansa seperti biasa, karena dari awal tujuan saya hanya ingin menghilangkan kepenatan dari rutinitasku, tapi ternyata berbeda dari perkiraan, di depan api unggun dan secangkir kopi yang menemani kita, kembali idealisku harus terkuak, dengan sebuah diskusi yang sebenarnya tidak perlu didiskusikan, karena materi ini sudah cukup lama terbahas, hanya saja ada bangsa hawa yang membuatku cukup agak emosi, dengan sikap ngeyelnya, awalnya saya beranggapan dirimu fundamental, tapi saya salah, mungkin karena itu yang membuat idealisku harus terkuak kembali, ahhhh sikap rasionalitasmu dengan gaya yang agak nyebeli, ternyata membuat saya tertarik untuk berdiskusi lebih jauh.

Friday, 22 January 2016

ESENSI AJARAN ISLAM TENTANG KHALIFAH FIIL ARDH DALAM SOSIAL BERMASYARAKAT " Makalah LK II "

Manusia memiliki keistimewaan dibanding dengan makhluk lainnya. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna (lihat surat at-Tiin). Meskipun demikian, manusia berpotensi (berpeluang) untuk menjadi makhluk paling mulia atau paling hina. Hanya orang yang beriman dan beramal shalih yang akan menjadi makhluk mulia di sisi Allah.

Potensi inilah yang menjadikan manusia sangat disayang oleh Allah. Di antara bukti kasih sayang-Nya adalah penciptaan alam semesta ini. Alam sengaja diciptakan oleh Allah dengan penuh keseimbangan dan keteraturan, bukan tercipta secara kebetulan. Penciptaan alam ini terkait dengan kepentingan manusia sebagai khalifah fil ardh (pemakmur di muka bumi ini), karenanya alam diciptakan dalam pola-pola tertentu yang teratur agar manusia dapat dengan mudah memahami alam dan memanfaatkannya.

Manusia, sebagai makhluk Allah Swt, memiliki sifat fitrah (kesucian) dan hanif (cenderungan kepada kebenaran). Hal ini ditegaskan dengan ikrar kesaksian pada ketauhidan (QS al-A'raf: 172). Manusia ketika masih di alam arwah telah berjanji akan senantiasa beriman kepada Allah. Namun Allah tidak membiarkan manusia berkata seperti itu begitu saja. Allah akan menguji kebenaran janji mereka. Ujian keimanan itu adalah menjadi makhluk penghuni bumi. Lantas Allah juga membekali manusia dengan hati, akal, dan nafsu untuk menjalankan misi khalifah tersebut. Sisi keunggulan inilah yang menempatkan manusia layak menerima amanat “khalifah Allah Swt di muka bumi ini”.

Tuesday, 13 October 2015

Filsafat Cinta ( Riview : Ade Syahid Arif Al-Arsyad )

Seorang pemikir Mazhab Frankfurt Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul “The Art Of Loving” menegaskan pentingnya relevansi Cinta untuk menjadi solusi bagi masyarakat kapitalis modern yang telah terdisintegrasi oleh ketimpangan sosial. Bagi Fromm, disintegrasi itu adalah cerminan dari eksistensi manusia yang tidak dapat mengatasi keterpisahan (separateness) ketika cinta itu sendiri tidak mungkin dibahas tanpa menganalisa eksistensi manusia itu sendiri. Menurut Fromm, ”teori apapun tentang cinta harus mulai dengan teori tentang manusia, tentang eksistensi manusia”.

Cinta adalah jawaban bagi problem eksistensi manusia yang berasal secara alamiah dari kebutuhan untuk mengatasi keterpisahan dan “meninggalkan penjara kesepian”. Tetapi penyatuan dalam cinta melebihi suatu simbiosis karena “cinta yang dewasa adalah penyatuan di dalam kondisi tetap memelihara integritas seseorang, individualitas seseorang”. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan “yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya”.


Sayangnya Cinta di era kapitalisme sekarang hanya menjadi barang dagangan (komoditas). Begitu banyaknya kisah cinta kacangan diumbar dalam lagu-lagu, sinetron, dan lain-lainnya. Karenanya komersialisasi Cinta semacam itu justru menunjukkan bahwa kata cinta dan prakteknya dalam hubungan sosial mengalami degradasi.


Friday, 25 September 2015

Mahar Kekecewaan

Aku ingin memberikan bentuk kasih sayang dengan harapan balasan yang sama, aku ingin seperti layla majnun yang mendefinisikan cinta dengan cara mereka yang menurutku itu tidak biasa, sejengkal pikiranmu mulai terusik dalam imajinasi yang sulit untuk dipahami, pikiran tentang kehidupan berumah tangga yang sebenarnya aku takut untuk melakukannya, aku mulai benci dengan pemikiran-pemikiran tersebut, tapi kupikir egois yang akan mengalahkan semua niat yang ada.


Memilukan mungkin jika harus mengingat kejadian dimalam itu, sikap anak kecilku muncul ketika aku anggap itu sebuah kebijaksanaan dan pengorbanan, hati mulai terusik ketika suara-suara yang di perdengarkan melalui analogi-anlogi yang sebenarnya saya tau dengan begitu jelas maksud dari pembicaraan mereka, entah apa yang aku pikirkan di malam itu.

Wednesday, 23 September 2015

Konsep Jilbab Dalam Islam ( Studi Pemikiran K.H Husein Muhammad )

 KUATKANLAH PERKARA YANG BENAR "
 JANGAN BENARKAN YANG KUAT

Status salah seorang akhwat di salah satu media sosial, yang tergabung dalam sebuah golongan agama tertentu membuat saya termenung dan berfikir, karena didalamnya terdapat unsur keterpihakan dalam suatu mazhab tertentu, hal itulah yang nantinya akan menjadi suatu hal yag baik tapi berakibat sebagai pemecah belah sebuah dien,  niatnya begitu bagus tapi politik dakwahnya saya anggap kurang pas dengan tempatnya, dan mungkin sangat kurang obyektif. Memang polemik tentang jilbab selalu menimbulkan kontroversi dalam tradisi hukum Islam. Jilbab selama ini diyakini sebagai sebuah dogma kewajiban agama oleh mayoritas umat Islam yang bersifat Qaţī. Para mufassir klasik menafsirkan jilbab adalah sebuah perintah Allah Swt dan Rasulullah Saw yang wajib dilaksanakan oleh perempuan muslimah. Jika tidak, maka termasuk dosa besar yang melanggar ketentuan hukum Tuhan.

Namun, pada era kontemporer ada sebagaian pemikir (ulama) yang justru berbeda pemikiranya dengan ulama klasik dalam menafsirkan ayat jilbab. Mereka justru meyakini jilbab hanyalah sebuah bentuk tradisi yang hanya berlaku dimasa Rasulullah Saw, yang bersifat zannÄ«. Dimana jilbab dibentuk oleh tradisi yang melingkupinya, yaitu Arab, yang menjadi tempat diturunkannya ayat jilbab. Para pemikir kontemporer yang berpandangan jilbab hanyalah sebuah tradisi Arab diantaranya, Said al-Asymawi, Muhammad Shahrur, Qasim Amin, Fedwa al-Guindi, Quraish Shihab dan K.H Husein Muhammad. 

Wednesday, 2 September 2015

Cerita Yang Membuat Kita Dewasa

Setiap usaha yang ku lakukan, setiap pengorbanan yang mungkin ku berikan, juga setiap butir keringat yang deras mengucur dalam setiap perjalanan. Seluruh pelajaran pertama tentang keikhlasan mulai ku abaikan. Oleh sebab lelah yang teramat, mungkin. Hanya cari perhatian saja, mungkin.

Aku memendam lelah dan ketidakikhlasan itu untuk diriku sendiri selama beberapa waktu, lalu kemarin malam aku menyerah dan membaginya pada kawan-kawan di himpunan, dan kawan-kawan kost.

Pagi ini adalah pagi dimana setiap hari aku melakukan hal yang sama, aktivitas yang sama, tempat yang sama, juga orang-orang yang sama, pagi ini pagi yang ke sekian tahunnya berada di kota ini besama orang-orang dengan berbagai kesibukan, dan seribu kepentingan masing-masing, banyak hal menarik yang telah terlalui, dari mulai cerita cinta, bahagia, canda, tawa, uang, sosial, hingga sampai kejadian aneh.Pagi tadi, ketakutan menghampiriku. Halus, namun terasa benar perihnya.

“Aku takut bahwa orang melihatku terlampau sibuk dan terlalu lelah, padahal sejatinya kedua hal itu tak membawa sedikit pun kemanfaatan untuk dunia dan akhiratku.

Tuesday, 27 January 2015

Imajinasi

"Imajinasiku Nyerpen" 

Teruntuk kamu yang terukir di hatiku. Di palung jiwa tak berbatas, dasar, tanpa tepi, tanpa dinding. Berjuta rasa selalu memancing rinduku, selalu bertambah, mengisi dan mengalir begitu saja. Yang kutahu, sepercik rasa itu berawal dari parit yang selalu berharap dapat mengalir ke samudra. 
Hingga akhirnya, dapat kutemukan bebas mengisi palung hati bersama lisan yang basah akan basmalah, hamdalah dan tasbih atas setiamu mengiringiku dalam bayang semu. Aku yang lelah, memintamu duduk, menatapku dan mendengarkanku. Engkau yang indah dengan berlembar-lembar wajah berwarnamu yang selalu memancing rinduku. Entahlah, apakah setelah padaNya, aku berlari padamu. Atau sembari berkeluh padamu, aku sedang bicara padaNya.
Terimakasih telah bersedia untuk mengenaliku, meski di malam suram, fajar kelam, pagi yang gigil, siang yang terik dan senja temaram.  Mungkin palung itu telah penuh oleh perasaan yang aku tak yakin bisa menggapainya bersama waktu. Jikalau samudera itu luas, disana akan terlihat betapa tulusnya cinta, harapan dan keberanian. Menjadi nelayan dan mengayuh bersama kuatnya dayung kehidupan disertai hantaman ombak akan selau menghempaskan perahu cintaku. Perahu cintaku yang semakin kelabu.

Monday, 12 January 2015

Spirit Kaderisasi

Jarena Pemimpin yang baik bukan dilihat dari seberapa banyak pengikutnya juga bukan seberapa lama dia memimpin, tapi dilihat dari seberapa banyak dia dapat menciptakan embrio-embrio pemimpin yang baru.

Kaderisasi adalah hal yang sangat vital didalam sebuah organisasi, apalagi sistem pengkaderan sebagai fungsi dalam organ tersebut, maka dapat dipastikan teknik kaderisasi adalah jantung dari organisasi karena hal tersebut yang akan menentukan era kepimimpinan selanjutnya.

Banyak hal yang mungkin dapat dilakukan untuk mencapai fungsi pengkaderan, intepretasi kader inti sangat diperlukan di sini, karena pandangan dari kader inti akan menunjang dan membaut esensi sistem yang akan dibuat nantinya dan hal itu perlu adanya persamaan dealektika formal antar kader, sehingga tujuan yang diinginkan akan tercapai.

Ada beberapa pola pengkaderan yang akan saya tuliskan disini dan insyaallah pola ini pernah saya implementasikan pada saat saya menjabat sebagai bid. Kaderisasi lalu :

Sunday, 11 January 2015

Intelektual Spiritual dan Sosial Sebagai Gaya Mahasiswa

 Permasalahan dialektika saya tadi malam dengan salah satu mahasiswa suatu organ internal, yang menemukan kesulitan untuk menuai dan menguraikan permasalahn yang ada untuk menjadi tujuan dan fungsi dari sebuah organisasi, kembali ingin rasanya untuk saya tulis, mungkin sudah menjadi masalah yang cukup lama dan sudah jadi bagian kultur, tapi tidak ada salahnya jika saya ingin mencoba membaut esensi itu kembali.

Mahasiswa mempunyai peranan majemuk. Di salah satu sisi, ia harus berupaya menjadi pribadi yang sukses. Di sisi yang lain, ia adalah mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang lain. Untuk menjadi pribadi yang sukses maka ia harus belajar mencapai target-target pribadi, misalnya lulus tepat waktu, lulus dengan IP yang cukup, mempunyai ketrampilan dan keahlian di bidangnya, serta memiliki keseimbangan kecerdasan di semua aspek baik intelektual, emosional maupun spiritual. Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang bersifat matematis, analitis, terstruktur. Kecerdasan emosional berarti kemampuan untuk mengendalikan diri (emosi) ketika berinteraksi dengan orang lain/ ketika menyikapi suatu kejadian serta kemampuan untuk berpikir lateral (kreatif). Sedangkan kecerdasan spiritual mengandung makna tentang penghayatan dan pemahaman yang mendalam tentang hakekat hidup, kebahagiaan dan keberhasilan sejati.

Tuesday, 16 December 2014

Indonesia Masih Subuh

Kata indonesia mempunyai seribu sejarah yang memang patut kita review kembali, berbagai rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di abad-19 dengan seribu sebutan bangsa lain dari mulai Nan-hai, Dwipantara, Jaza'ir al-Jawi, Nederlandsch-Indie hingga saat ini kita sebut Indonesia, dan pertanyaannya adalah siapa yang memberi nama Nusantara ini menjadi Indonesia, dan berapa orang yang tau akan filosofinya?

Aku teringat sebuah iklan Unilever di salah satu TV swasta, di dalam iklan tersebut seorang wanita yang masih muda memberikan sebuah gagasan tentang masa depan untuk sanitasi yang lebih baik,
pada para nelayan dengan suara yang keren kupikir, wanita tersebut berkata :
 " Tantangan terbesar kita adalah sifat Apatis " 

Monday, 24 November 2014

Haji dan Revolusi

SALAH SATU adegan paling dramatis dalam ritus haji adalah perang besar di Mina saat tarikh-sejarah menunjuk 10 Zulhijah. Seperti Kurusetra, Mina menjadi gelanggang revolusi bagi jutaan pahlawan-pahlawan tauhid untuk pemurnian tatanan masyarakat dari kekuatan tiga watak setan yang disimbolkan oleh tiga berhala dalam ritus jumrah.

Melempar jumrah adalah tindakan konkrit dan kolektif meruntuhkan tiga kekuasaan dalam tiga berhala yang saling berkait satu dengan lainnya. Berhala ula, wushta, dan uqba adalah perlambangan dari tiga watak kuasa yang selalu ada dalam imperium kekuasaan despotik manusia di mana pun di bumi ini.


Satu-satunya buku ihwal haji yang menafsir kehadiran tiga berhala ini dalam ritus “Perang Mina” adalah karya Ali Syariati yang diterjemahkan pertama kali oleh Penerbit Pustaka pada 1985 dari judul Hajj

Menurut cendekia dan barisan inisiator revolusi Iran tahun 70-an ini, berhala ula, wushta, dan uqba bukan berhala batu biasa yang di mana setiap manusia haji yang terpilih dipanggulkan tanggung jawab untuk melemparnya tepat pada bagian paling mematikan. Ketiganya bukan benda mati yang tiap tahun dibalur kapur putih. Ketiganya adalah memedi peradaban dan momok hiyong.

Wednesday, 16 July 2014

Kampus Tangan Besi

Mungkin masalah LDK yang ada disalah satu kampus swasta saya yang satu ini menjadikan saya ingin memasukannya dalam tulisan saya kali ini, terkadang saya selalu mengklaim bahwa ini bukan ranah birokrasi kampus tapi hanya tak jauh beda dengan sebuah sistem pendidikan sekolah menengah, bahkan hingga sering kali pertengkaran saya dengan beberapa kader pun tak terkendali.

Kampus atau perguruan tinggi adalah tempat berkumpulnya para komunitas intelektual. Bagian dari komunitas yang berkecimpung di  dunia pendidikan tinggi tersebut diantaranya adalah mahasiswa. Karena itu sudah sepatutnyalah jika interaksi sosial yang berlangsung di kampus senantiasa bernuansa ilmiah, kritis dan rasional.

Apa kata dunia, Jika di zaman sekarang, saat demokrasi dijunjung tinggi, dan kampus semestinya menjadi mercusuar dalam mengembangkan kehidupan berdemokrasi malah mempertontonkan praktik otoriter dan tiran?

Dikenal ada tiga tipologi kepemimpinan, dalam kasus ini di perguruan tinggi. Pertama, Kepemimpinan kampus Otoriter, kepemimpinan Apatis dan kepemimpinan kampus yang Demokratis. Berdasarkan tiga tipe kepemimpinan kampus ini kemudian mahasiswa dan manajemen kampus dapat menganalisa, masuk dalam kategori manakah kampusnya.

Friday, 11 July 2014

Syeikh Ahmad Yasin

Almarhum tidak cuma pantas dikenang kegigihannya dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah Israel. Ucapannya pun tak bisa dilupakan. Banyak di antara pernyatannya yang sangat menggugah. Aksi barbar dilakukan oleh Israel ba’da Shubuh hari Senin (22/3) lalu. Tiga rudal melesat dari sebuah helikopter, menghancurkan tubuh renta pimpinan spiritual Hamas, Syeikh Ahmad Yasin. Serangan itu adalah upaya kesekian kali untuk mengakhiri hidup figur kharismatik yang saban hari tak bisa lepas dari kursi roda itu. Tanggal 6 September 2003, rudal juga pernah ditembakkan ke arah Syeikh Yasin. Saat itu almarhum hanya luka tangan kanannya. Kita ikhlaskan Syeikh Ahmad Yasin menemui syahid. Insya Allah akan muncul Ahmad Yasin Ahmad Yasin berikutnya. “Hamas akan terus tumbuh, mengakar tidak saja di Palestina dan dunia Arab, bahkan di dunia,” ujarnya suatu saat. Kata-katanya yang menggugah akan terus dikenang para pejuang Islam. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya aku, seorang tua yang lemah, tidak mampu memegang pena dan menyandang senjata dengan tanganku yang sudah mati (lumpuh). Aku bukan seorang penceramah yang lantang yang mampu menggemparkan semua tempat dengan suaraku (yang perlahan ini) Aku tidak mampu untuk kemana-mana tempat untuk memenuhi hajatku kecuali jika mereka menggerakkan (kursi roda)-ku Aku, yang sudah beruban putih dan berada di penghujung usia.