Sunday, 20 January 2019

Diksi Senja Hari


Tepi waktu untuk Menunggu menjadi hal membosankan bagiku
Menunggu sesuatu yang sudah pasti terjadi padaku
Ku tolak takdir mungkin hanya seperti diksi yang setiap malam ku literasikan padamu
Kamu istriku bukan musuhku

Friday, 18 January 2019

AKU PERGI



Mengeja berjuta kata dusta, seakan mutlak punya segala kuasa

Kau sulam benang emas, hingga putus dalam sebuah cerita tanpa paras

Sunday, 23 December 2018

BELUM ADA JUDUL


 Hai apa kabar hati..?? Sudah kah kau bertemu dengan dia? Apa sudah kau bertemu dengan rindu yang teradu , aku sering baca fiksi2 mu di buku hidupmu, cinta, jika perpisahan tak meninggalkan luka maka mereka bilang ini dusta.

 Jika perpisahan tak meninggalkan rasa mereka akan bilang itu putus asa,aku tau pagi akan jadi malam, dan cinta akan berubah menjadi cerita

Monday, 29 February 2016

Dari Diskusi, Ngaji, Hingga Calon Istri


Bukan sekedar makna sosial, bukan sekedar emosional, 
dan bukan sekedar pemikiran rasional
akan lebih banyak lagi definisi tentang cinta, 
bisa menjadi sebuah musibah atau akan menjadi muhibbah ?

Sekitar bulan september disebuah tempat camp yang agak jauh dari beradaban dan pertarungan manusia untuk sebuah kemapanan diri, dengan tujuan untuk meninggalkan sejenak kehidupan yang penuh dengan keramaian dan kepentingan duniawi, sejenak saya hanya ingin menjadi manusia sufi yang tidak peduli dengan status yang memenjarakan manusia untuk bisa meraih kemerdekaannya terhadap dirinya dan fitrah. Alam selalu membuat diriku tertarik dan sampai kapanpun alam akan membuat sebuah tempat selalu berbeda, dan alam yang akan mengajarkan banyak hal untuk manusia, terlebih masalah katuhid'an, dan alam yang akan memberi kehidupan yang lebih untuk menghidupkan akan tata nilai dalam mengatur pola kehidupan, meskipun kata Ali Syariati alam juga termasuk penjara manusia.

Kupikir ini hanya camp biasa yang bernuansa seperti biasa, karena dari awal tujuan saya hanya ingin menghilangkan kepenatan dari rutinitasku, tapi ternyata berbeda dari perkiraan, di depan api unggun dan secangkir kopi yang menemani kita, kembali idealisku harus terkuak, dengan sebuah diskusi yang sebenarnya tidak perlu didiskusikan, karena materi ini sudah cukup lama terbahas, hanya saja ada bangsa hawa yang membuatku cukup agak emosi, dengan sikap ngeyelnya, awalnya saya beranggapan dirimu fundamental, tapi saya salah, mungkin karena itu yang membuat idealisku harus terkuak kembali, ahhhh sikap rasionalitasmu dengan gaya yang agak nyebeli, ternyata membuat saya tertarik untuk berdiskusi lebih jauh.